Jika Allah ta”ala mencintai kaum, Dia akan menimpakan bala’ ujian dan musibah

12 juni 2021
3 syawwal 1442

https://dorar.net/hadith/sharh/136896

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
إنَّ عِظمَ الجزاءِ مع عِظمِ البلاءِ ، وإنَّ اللهَ إذا أحبَّ قومًا ابتَلاهم ، فمَن رَضي فله الرِّضَى ، ومَن سخِط فله السَّخطُ

صحيح الترمذي 2396

“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ‘bala’ (bencana), dan sesungguhnya Allah jika “mencintai” suatu kaum, Dia “menimpakan bala” pada mereka. Maka siapa yg “ridha” baginya keridhaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.

Penjelasan :

Di antara hikmah Allah ta’ala adalah “memberikan” bala, yaitu ujian dan musibah, menguji hambaNya. Agar Dia mengetahui “yang beriman dan taat” dari “yang durhaka dan murka terhadap musibah”.

‘Bala’ ujian dan musibah kadang di timpakan dalam bentuk “kesenangan” dan “kesusahan”.

Sesuai kadarnya, jika ‘bala’ ujian dan musibah “berat”, maka semakin “berat” dan “besar” pahalanya.

“Sesungguhnya Allah jika “mencintai” suatu kaum, Dia “menimpakan bala” pada mereka.”

Yaitu menguji mereka dengan “ujian dan musibah”, barangsiapa menerimanya dengan “ridha”, maka Allah akan meridhainya dan akan membalas dengan kebaikan dan pahala di akhirat.

Dan barangsiapa menerima dengan “ketidaksenangan” dan “kemurkaan”, maka baginya “kemurkaan “. Allah ta’ala murka dan tidak meridhainya di akhirat.

Yang demikian itu karena “musibah”, “sakit dan penyakit” adalah “penghapus dosa” bagi orang beriman.

Dan “balasan” yg Allah ta’ala menghapuskan dengannya di dunia, siapa yang dikehendakiNya dari orang-orang yang beriman.

Agar mereka kelak bertemu dengan Allah ta’ala “bersih” dosa di akhirat.

Maka kita mohon kepada Allah diberi “kesabaran dan bersabar” saat datang bala’ dan musibah,

12 juni 2021
3 syawwal 1442

https://dorar.net/hadith/sharh/136896

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
إنَّ عِظمَ الجزاءِ مع عِظمِ البلاءِ ، وإنَّ اللهَ إذا أحبَّ قومًا ابتَلاهم ، فمَن رَضي فله الرِّضَى ، ومَن سخِط فله السَّخطُ

صحيح الترمذي 2396

“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ‘bala’ (bencana), dan sesungguhnya Allah jika “mencintai” suatu kaum, Dia “menimpakan bala” pada mereka. Maka siapa yg “ridha” baginya keridhaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.

Penjelasan :

Di antara hikmah Allah ta’ala adalah “memberikan” bala, yaitu ujian dan musibah, menguji hambaNya. Agar Dia mengetahui “yang beriman dan taat” dari “yang durhaka dan murka terhadap musibah”.

‘Bala’ ujian dan musibah kadang di timpakan dalam bentuk “kesenangan” dan “kesusahan”.

Sesuai kadarnya, jika ‘bala’ ujian dan musibah “berat”, maka semakin “berat” dan “besar” pahalanya.

“Sesungguhnya Allah jika “mencintai” suatu kaum, Dia “menimpakan bala” pada mereka.”

Yaitu menguji mereka dengan “ujian dan musibah”, barangsiapa menerimanya dengan “ridha”, maka Allah akan meridhainya dan akan membalas dengan kebaikan dan pahala di akhirat.

Dan barangsiapa menerima dengan “ketidaksenangan” dan “kemurkaan”, maka baginya “kemurkaan “. Allah ta’ala murka dan tidak meridhainya di akhirat.

Yang demikian itu karena “musibah”, “sakit dan penyakit” adalah “penghapus dosa” bagi orang beriman.

Dan “balasan” yg Allah ta’ala menghapuskan dengannya di dunia, siapa yang dikehendakiNya dari orang-orang yang beriman.

Agar mereka kelak bertemu dengan Allah ta’ala “bersih” dosa di akhirat.

Maka kita mohon kepada Allah diberi “kesabaran dan bersabar” saat datang bala’ dan musibah,


Menahan jiwa dari marah

الدرر السنية – من تطبيق الموسوعة الحديثية

https://dorar.net/h/24dd7d1f3b02791471d21176aaca7c2e

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda

ليسَ الشَّدِيدُ بالصُّرَعَةِ، إنَّما الشَّدِيدُ الذي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ.

“Bukanlah orang yang
kuat adalah yang mampu bergulat, sesungguhnya orang yang kuat adalah yang mampu menguasai diri saat marah.”

Penjelasan:

Jangan mengira bahwa seorang laki-laki yang kuat adalah yg mempunyai badan kuat yang mampu mengalahkan yang lain.

Sesungguhnya lelaki yg memiliki kekuatan sempurna adalah yang memiliki kekuatan dalam kehendaknya, mampu mengalahkan jiwanya sendiri saat marah, dan mampu mencegah jiwanya dari mengganggu manusia saat marah, mampu mencegah jiwanya untuk tidak “mencela”, “memukul” dan “memusuhi”.

Selasa 8 juni 2021/ 27 syawwal 1442

24 Syawwal 1442 / 5 juni 2021

Hal yg beraneka ragam/المتفرقات (bagian 5)

1.

….فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یَقُولُ رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا وَمَا لَهُۥ فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ مِنۡ خَلَـٰقࣲ ۝٢٠٠ وَمِنۡهُم مَّن یَقُولُ رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ۝٢٠١ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ لَهُمۡ نَصِیبࣱ مِّمَّا كَسَبُوا۟ۚ وَٱللَّهُ سَرِیعُ ٱلۡحِسَابِ ۝٢٠٢﴾ [البقرة ٢٠٠-٢٠٢]

Maka di antara manusia ada orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya.

…..وفي هذه الآية دليل على أن الله يجيب دعوة كل داع، مسلما أو كافرا، أو فاسقا….

Di dalam ayat ini, dalil bahwa Allah memperkenankan “Doa setiap orang yang berdoa, baik dia itu seorang muslim, kafir, atau fasik.”

…ولكن ليست إجابته دعاء من دعاه، دليلا على محبته له وقربه منه، إلا في مطالب الآخرة ومهمات الدين.
Akan tetapi, pengabulan doa orang yang berdoa kepada Allah, (yg memohon kebaikan dunia saja) bukanlah sebagai “dalil” Allah cinta dan dekat dengannya, kecuali dalam permohonan mendapatkan kebaikan akhirat, dan kewajiban agama.

(Tafsir as Sa’di)

  1. Tanda kecintaan Allah pada suatu kaum

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” إنَّ اللهَ إذا أَحَبَّ قومًا ابتلاهم ، فمن صبر فله الصبرُ ، و من جزع فله الجزَعُ”

صحيح الجامع 1706

“Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia memberi bala’/ujian mereka, barangsiapa “sabar” maka baginya kesabaran, barangsiapa “berkeluh” kesah” maka baginya demikian pula.”

Maka “bersabar dan berbaik sangka lah” pada Allah dalam setiap “bala” musibah, ujian yg menimpa kita, keluarga, harta, sakit, kematian, kekurangan harta.

3.

Belajar bahasa Arab, dan kitab nahwu

Metode belajar dan mempelajari “bahasa arab” sebuah kursus bahasa Arab atau lembaga pendidikan berbeda-beda.

Ada yg memulai menggunakan kitab nahwu dan sorof (memulai belajar kaidah-kaidah bahasa Arab), dan ada yg memulai dari belajar berbicara “mengumpulkan kosa kata”, dan ada yg memadukan keduanya.

Kitab-kitab Nahwu (pemula) yg diajarkan di Indonesia di pondok-pondok di antaranya sebagai berikut:

  1. Al jurumiyah (الآجرومية)
  2. Al muyassar (الميسر)
  3. An Nahwu al Wadih (النحو الواضح)
  4. Karya-karya lainnya, dari para ustad pengajar bahasa Arab.

Adapun saya, pertama kali belajar “mengenal” belajar bahasa Arab, saat seorang mahasiswa UGM membuat kursus bahasa Arab di “Luqman Pos”. Mengajarkan kitab nahwu “al muyassar”.

Sebuah kos-kos an yg terletak dekat UGM, jl kaliurang KM 5. Tempat berkumpulnya ikhwan salafiyin th 94 an, untuk belajar mengaji kajian “salaf”. Tidak luas tempatnya, namun saat itu jarang sekali “ada” sebuah tempat kajian salaf, atau belajar bahasa Arab di yogya.

Ada juga di Yayasan “at Turats al Islami” Yogya. Tempat kajian dan berkumpulnya ikhwan salafiyyin di Yogya. Yg menyewa rumah utk aktivitasnya.

“Sebelum ada pondok Jamilurrahman Yogya” mahasiswa UGM dan lainnya di yogya “bersemangat” menyebarkan kajian dan dakwah salaf di Yogya dan sekitarnya di “yayasan at turats al islami”, dg bimbingan para ustad, di antaranya adalah “ustad Abu Nida”, (PP bin baz).

Saya tidak mengerti sama sekali “ilmu nahwu” pertama kali, hanya melihat dan mendengar ustad yg menerangkan. Namun tetap bersemangat, dan memohon kepada Allah kemudahan dan pertolongan Nya.

Satu ayat al Quran yg saya sering bacakan untuk memotivasi murid-murid saya, saat mereka belajar bahasa Arab. “atau menggapai cita-cita”…

(وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَاۤ أَبۡرَحُ حَتَّىٰۤ أَبۡلُغَ مَجۡمَعَ ٱلۡبَحۡرَیۡنِ أَوۡ أَمۡضِیَ حُقُبࣰا)
[Surat Al-Kahfi 60]

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut, atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.”

Azam (kemauan) yg kuat, memotivasi diri, untuk tidak berhenti menuntut ilmu, menuntut apa yg di citakan, walaupun “berjalan”, iya “berjalan” berabad-abad lamanya.

Sebagaimana “azam” nabi Musa:

“Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut, atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.”

Janganlah berhenti belajar bahasa Arab….
Janganlah berputus asa….
Carilah metode dan cara agar anda dapat “mengumpulkan” kosa kata bahasa Arab….
Kumpulkan dan hafalkan kosa kata, kalimat bahasa arab dan terjemahannya.

البستان جميل
Al bustanu jamiilun
Kebun itu indah

الأم مدرسة
Al ummu madrasatun
Ibu itu adalah madrasah/sekolahan

Hafalkan “bersama kalimatnya” dan jangan “hanya perkata saja”.

Jika anda hafal kata “ibu” maka carilah kata lain yg menjadikan kata ibu sebuah kalimat.

“Ibu adalah madrasah”. Ini contohnya.

“Kemauan yg kuat”.

Jika saat ini, jam, hari, bulan, tahun ini, kosa kata “kalimat bahasa Arab” baru “5”, bulan Ramadhan tahun depan bertambah menjadi “50” bahkan “500” kalimat, bukan “kata.” namun “kalimat”.

4.

Teruslah “berdakwah” dan “belajar menerima dakwah”……
Teruslah menjadi “guru” dan menjadi “murid”….
Teruslah “mengajar” bahasa Arab dan “belajar”…..
Teruslah “belajar” dan “mengajar” al Quran……..

Karena nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” خَيْرُكُمْ مَن تَعَلَّمَ القُرْآنَ وعَلَّمَهُ…. “
Sebaik-baik kalian adalah yg “belajar dan mengajar” al Quran….

Shahih al Bukhari 5027


Untuk Pemula yg belajar bahasa Arab,  darimana memulai belajar bahasa Arab

Hal yg beraneka ragam (المتفرقات)، bagian 4

13-15 Syawwal 1441

1. Bacalah surat al Baqarah di rumahnu

“لا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقابِرَ، إنَّ الشَّيْطانَ يَنْفِرُ مِنَ البَيْتِ الذي تُقْرَأُ فيه سُورَةُ البَقَرَةِ”

رواه مسلم 780

“Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan,  sesungguhnya syaitan lari dari rumah yg dibaca di rumah itu surah al Baqarah. “

Membaca al Quran terdapat kebaikan dan barakah dan ketenangan jiwa. Bagi yg membaca,  dan tempat saat membaca. 

Dan syaitan lari dari tempat yg dibacakan al Quran,  khususnya surah al Baqarah. 

Maka banyaklah berzikir dan membaca al Quran di rumah. 

2. Syafaat Surah al Baqarah dan Surah Ali imran bagi mereka yg mengamalkannya. Berusahalah membaca,  menghafal,  dan mengamalkannya. 

“يأتي القرآنُ وأَهلُهُ الَّذينَ يعملونَ بِهِ في الدُّنيا تَقدمُهُ سورةُ البقرةِ وآلُ عمرانَ قالَ نوَّاسٌ وضربَ لَهما رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ ثلاثةَ أمثالٍ ما نسيتُهنَّ بعدُ قالَ يأتيانِ كأنَّهما غيابتانِ وبينَهما شَرقٌ أو كأنَّهما غمامتانِ سوداوانِ أو كأنَّهما صِلةٌ من طيرٍ صوافَّ تجادلانِ عن صاحبِهما”

صحيح الترمذي 2883

“Pada hari kiamat al Quran dan orang yang mengamalkannya di dunia di datangkan, didahului surah al Baqarah, Surah Ali imran, Nawwas (sahabat Nabi)  berkata: ‘Nabi membuat tiga permisalan tentang dua surah itu,  dan aku tidak lupa.  Nabi shallallahu alaihi wasallam melanjutkan: ‘ (Pertama) Seolah-olah surah al Baqarah dan Ali imran dua naungan (yang menaungi dan menjaga orang yg mengamalkannya), dan diantara dua naungan itu terdapat cahaya, ( Kedua) atau seolah-olah keduanya awan hitam yang menaungi (dari panas, orang yg mengamalkannya), (Ketiga) atau keduanya seperti naungan burung-burung yg berbaris mengepakkan sayapnya yg berhujjah, membela (orang yang membaca,  menghafalkan dan mengamalkan keduanya) ”  

Hadis ini menjelaskan keutamaan membaca,  menghafal,  mengamalkan surah al Baqarah dan surah Ali imran. 

3. Belajarlah bahasa Arab,  bahasa al Quran. 

“Al Quran kitab yg berbahasa Arab”

Tuhan,  Allah ta’ala memilih bahasa Arab untuk “berkomunikasi” dengan hamba-hamba Nya. 

Dari “ratusan” atau “ribuan” bahasa yg ada di dunia ini,  Tuhan memilih bahasa Arab dalam menyampaikan Firman-firmanNya. 

Allah berfirman: 

(وَمِن قَبۡلِهِۦ كِتَـٰبُ مُوسَىٰۤ إِمَامࣰا وَرَحۡمَةࣰۚ وَهَـٰذَا كِتَـٰبࣱ مُّصَدِّقࣱ لِّسَانًا عَرَبِیࣰّا لِّیُنذِرَ ٱلَّذِینَ ظَلَمُوا۟ وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُحۡسِنِینَ)

[Surat Al-Ahqaf 12]

Dan sebelum (Al-Qur`ān) itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan (Al Qur’an) ini adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

4. Untuk Pemula yg belajar bahasa Arab,  darimana memulai belajar? 

Di Indonesia,  di pesantren-pesantren,  murid-murid atau santri diberi pelajaran bahasa Arab. 

Di mulai dari ilmu “sorof” (علم الصرف) dan ilmu nahwu (علم النحو)

Dari kitab Nahwu “al jurumiyah” (الآجرومية) bahkan hingga “al-fiyah karya ibnu malik” (ألفية لابن مالك).

Adapun kitab “ilmu sorof” yg tersebar banyak menggunakan “al amtsilah at tasriyah” (الأمثلة التصريفية).

Mereka (para pemula) belajar bahasa Arab dan memulai nya dengan belajar “Kaidah-kaidah” bahasa Arab. 

Terkadang ada yg berkata: “Sangat sulit sekali belajar bahasa Arab!! “

DR Ahmad Syalbi,  ahli bahasa Arab dari Mesir,  lulusan “Universitas Cairo” (جامعة القاهرة), dan seorang DR lulusan “universitas cambridge” Inggris,   dari ilmu filsafat,  dan tahun 1950 an beliau pernah mengajar di Indonesia,  di Yogyakarta. 

Beliau berkata: “Pernah suatu kali terjadi suatu kejadian,  yang membuatku menyusun/mengarang kitab tentang “Kaidah-kaidah bahasa Arab.  Aku memasuki salah satu kelas tempat aku mengajar.  Lalu aku mendapatkan di papan tulis ada pelajaran tentang “kaidah-kaidah bahasa Arab” , akupun membacanya lalu bertanya kepada para pelajar : ” Pelajaran ini disampaikan untuk siapa?”

“Untuk murid kelas awal”. Jawab para pelajar.  Lalu timbullah rasa kasihan ku terhadap pelajar itu,  karena aku sendiri tidak memahami nya…..

Lihat kitab (قواعد اللغة العربية والتطبيق عليها ) karya DR Ahmad Syalbi (الدكتور أحمد شلبي)

***

Komentar yg belajar bahasa Arab, ” Pelajaran bahasa Arab sangat sulit sekali”

Sangat sulit?  Tidak…. 

الدرس سهل جدا

“Ad darsu sahlun jiddan”

Pelajaran bahasa Arab sangat mudah sekali. 

Ini adalah “motto” yg saya katakan setiap memulai mengajar bahasa Arab di Ma’had Ali al irsyad Surabaya dan kursus-kursus tahun 2000-2005 an. 

“Sangat mudah sekali”

Kata-kata (motto) ini terdapat dalam kitab “silsilah ta’lim al lughah al arabiyyah” ( سلسلة تعليم اللغة العربية)

Dari tahun 1996-2021 ini,  banyak sekali buku-buku pelajaran bahasa Arab untuk mereka yg tidak menggunakan bahasa arab sebagai bahasa ibu. 

1. Al arabiyyah linnasyiin (العربية للناشئين)

2. Silsilah ta’lim al lughah al arabiyyah (سلسلة تعليم اللغة العربية)

3. Durus al lughah (دروس اللغة العربية لغير الناطقين،بها)

4. Al arabiyyah baina yadaik (العربية بين يديك)

5. At thariq ila al arabiyyah (الطريق إلى العربية)

Semua kitab ini,  tidak di mulai dari belajar “Kaidah-kaidah” ilmu nahwu. 

Namun di mulai dari belajar “mengungkapkan dan bercakap” kata-kata bahasa Arab dan huruf-hurufnya. Belajar “at ta’bir”  (menguasai kalimat dan mengucapkannya)  terlebih dahulu. 

Dan setelah itu,  terkandung di dalamnya pelajaran Nahwu,  sorof,  membaca, dll. 

Jika kita “kurang” mengajarkan “ilmu mengungkapkan” atau mengucapkan bahasa Arab,  maka murid kita akan kesulitan bercakap-cakap bahasa Arab,  sekalipun mampu membaca kitab bahasa Arab. 

Maka untuk pemula yg mempelajari bahasa Arab,  mulailah dengan “mengumpulkan kosa kata arab” melalui pelajaran “bercakap dan mengungkapkan” (التعبير).

“Mensucikan jiwa dengan berpuasa”

9 Ramadhan 1442

Saudaraku muslim….
Kebersihan adalah ajaran Islam.
Seorang muslim adalah “seorang yang bersih”….,
Jiwa dan badannya

“Bersih” adalah keadaan muslim
Yang akan “memasuki surga” Allah ta’ala dengan bersih
Allah ta’ala, pencipta dan pemilik alam semesta, “mencintai orang yg bersih”

( إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلتَّوَّ ٰ⁠بِینَ وَیُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِینَ…..)
[Surat Al-Baqarah 222]

“Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”

Saudaraku muslim…
Lalu bagaimana puasa dapat mensucikan jiwa?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
QS al Baqarah 183

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Tujuan berpuasa adalah “agar kalian bertakwa”, dan “taqwa” akan mencegah hal-hal yang mengotori jiwa. Mencegah jiwa kotor karena perbuatan maksiat.

Nabi bersabda:

“والصِّيَامُ جُنَّةٌ”
صحيح البخاري 1904
https://dorar.net/hadith/sharh/1594

Puasa adalah benteng”

Benteng jiwa dari kemaksiatan syahwat, yang “melemparkan jiwa” ke neraka.

Dengan puasa, jiwa akan bersih, “terampuni” dosa-dosanya, dan terbiasa beramal salih ikhlas karena Allah ta’ala.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ” رواه البخاري ومسلم،

https://dorar.net/h/d7312948808d57d17eaf205b77f39214

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, dengan keimanan dan mengharapkan pahala, dosanya yg lalu diampuni. “

Bersih dengan puasa Ramadhan, dosa diampuni Allah ta’ala.

9 Ramadhan 1442

“Mensucikan jiwa dengan berpuasa”

Saudaraku muslim….
Kebersihan adalah ajaran Islam.
Seorang muslim adalah “seorang yang bersih”….,
Jiwa dan badannya

“Bersih” adalah keadaan muslim
Yang akan “memasuki surga” Allah ta’ala dengan bersih
Allah ta’ala, pencipta dan pemilik alam semesta, “mencintai orang yg bersih”

( إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلتَّوَّ ٰ⁠بِینَ وَیُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِینَ…..)
[Surat Al-Baqarah 222]

“Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”

Saudaraku muslim…
Lalu bagaimana puasa dapat mensucikan jiwa?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
QS al Baqarah 183

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Tujuan berpuasa adalah “agar kalian bertakwa”, dan “taqwa” akan mencegah hal-hal yang mengotori jiwa. Mencegah jiwa kotor karena perbuatan maksiat.

Nabi bersabda:

“والصِّيَامُ جُنَّةٌ”
صحيح البخاري 1904
https://dorar.net/hadith/sharh/1594

Puasa adalah benteng”

Benteng jiwa dari kemaksiatan syahwat, yang “melemparkan jiwa” ke neraka.

Dengan puasa, jiwa akan bersih, “terampuni” dosa-dosanya, dan terbiasa beramal salih ikhlas karena Allah ta’ala.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ” رواه البخاري ومسلم،

https://dorar.net/h/d7312948808d57d17eaf205b77f39214

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, dengan keimanan dan mengharapkan pahala, dosanya yg lalu diampuni. “

Bersih dengan puasa Ramadhan, dosa diampuni Allah ta’ala.


“Semangat tinggi” di Ramadhan

6 Ramadhan 1442

Saudaraku…
Jiwa ini memerlukan motivasi untuk mencapai suatu hal yg tinggi…

Apa hal yg ingin kita capai di dunia ini, yg merupakan “puncak ketinggian”?

Kedudukan? Jabatan? Penghormatan? Kekayaan luar biasa?

Berikut Ini salah satu “motivasi nabi” agar mendapat ketinggian dan kemuliaan yg hakiki.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada salah seorang sahabat, “Mintalah yg kamu inginkan ? ” Dia menjawab: “…….. “

Sahabat Nabi, ربيعةُ بنُ كعبٍ الأَسْلميُّ (Robi’ah bin Ka’ab al aslami) yg ditanya :

“سَلْ”
“Mintalah! “
Yaitu mintalah hajatmu yg kamu butuhkan kepadaku!
HR Muslim 489
https://dorar.net/h/8bfbad7bbb0e53ece331e0db5e07d103

Para sahabat Nabi adalah manusia-manusia yg mengetahui “hakikat ketinggian dan kemuliaan”.
Mereka tidak menginginkan sesuatu yg “rendah” dan “hina”.

“أسأَلُك مرافقتَك في الجنَّةِ”
“Aku ingin menemanimu di Surga”.

“أوَ غيرَ ذلك؟!”

“Apakah ada selain itu? “
Yaitu: “Apakah ada hal lain dari perkara dunia dan akhirat yg kamu inginkan? “

هو ذاكَ!
“Itu saja yg aku inginkan. ” Tegas Robi’ah, (semoga keridhaan Allah menyertainya).

Lalu Nabi memberi semangat dan motivasi dg sabda beliau:

“فأَعِنِّي على نفسِكَ بكثرةِ السُّجودِ”

“Bantulah aku dengan melakukan pada dirimu, banyak sujud”.
Yaitu: “Bantulah aku untuk merealisasikan hal yg engkau inginkan itu, dengan banyak sujud, banyak shalat “lillah” (ikhlas untuk Allah). Shalat wajib dan sunah.

https://dorar.net/h/8bfbad7bbb0e53ece331e0db5e07d103

Saudaraku…
Puasa Ramadhan , Mengaji membaca al Quran, shalat wajib berjamaah di masjid, shalat tarawih, memberikan ifthor, dan amalan -amalan salih yg kita lakukan, adalah agar Allah ta’ala memasukkan kita ke surga…

Surga Nya kita berusaha “raih” dengan “banyak” sujud dan ruku…
Banyak beribadah…

Bersemangatlah mencari surga Nya…

قال عمرُ بن عبدالعزيز: “أيها الناس، إن لي نَفْسًا توَّاقةً، لا تُعطَى شيئًا إلا تاقت إلى ما هو أعلى منه، وإني لما أعطيت الخلافة تاقت نفسي إلى ما هو أعلى منها، وهي الجنة؛ فأعينوني عليها يرحمكم الله

Umar bin Abdulaziz berkata:
“Wahai manusia, sesungguhnya aku memiliki jiwa yg sangat ‘berhasrat, berobsesi tinggi’ , tidaklah jiwa itu diberi sesuatu melainkan ia akan menginginkan hal lain yg lebih tinggi. Dan saat aku diberi kekuasaan, aku dijadikan penguasa, maka jiwaku ingin yg lebih tinggi darinya, “yaitu surga”, maka bantulah aku mendapatkan surga, semoga Rahmat Allah menyertaimu!”

https://www.alukah.net/spotlight/0/104403/#ixzz6sLJJECFg

Saudaraku…
Jika ingin “jiwa ini” mencapai puncak derajat yg tinggi, maka jiwa kita harus memiliki “semangat yg kuat dan tinggi” untuk mencapainya.

Janganlah lemah…
Jangan berputus asa…
Dalam beribadah…
Mencari…
Keridhaan dan karunia Nya.


Semoga bermanfaat “faedah ini”.