“Mensucikan jiwa dengan berpuasa”

9 Ramadhan 1442

Saudaraku muslim….
Kebersihan adalah ajaran Islam.
Seorang muslim adalah “seorang yang bersih”….,
Jiwa dan badannya

“Bersih” adalah keadaan muslim
Yang akan “memasuki surga” Allah ta’ala dengan bersih
Allah ta’ala, pencipta dan pemilik alam semesta, “mencintai orang yg bersih”

( إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلتَّوَّ ٰ⁠بِینَ وَیُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِینَ…..)
[Surat Al-Baqarah 222]

“Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”

Saudaraku muslim…
Lalu bagaimana puasa dapat mensucikan jiwa?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
QS al Baqarah 183

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Tujuan berpuasa adalah “agar kalian bertakwa”, dan “taqwa” akan mencegah hal-hal yang mengotori jiwa. Mencegah jiwa kotor karena perbuatan maksiat.

Nabi bersabda:

“والصِّيَامُ جُنَّةٌ”
صحيح البخاري 1904
https://dorar.net/hadith/sharh/1594

Puasa adalah benteng”

Benteng jiwa dari kemaksiatan syahwat, yang “melemparkan jiwa” ke neraka.

Dengan puasa, jiwa akan bersih, “terampuni” dosa-dosanya, dan terbiasa beramal salih ikhlas karena Allah ta’ala.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ” رواه البخاري ومسلم،

https://dorar.net/h/d7312948808d57d17eaf205b77f39214

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, dengan keimanan dan mengharapkan pahala, dosanya yg lalu diampuni. “

Bersih dengan puasa Ramadhan, dosa diampuni Allah ta’ala.

9 Ramadhan 1442

“Mensucikan jiwa dengan berpuasa”

Saudaraku muslim….
Kebersihan adalah ajaran Islam.
Seorang muslim adalah “seorang yang bersih”….,
Jiwa dan badannya

“Bersih” adalah keadaan muslim
Yang akan “memasuki surga” Allah ta’ala dengan bersih
Allah ta’ala, pencipta dan pemilik alam semesta, “mencintai orang yg bersih”

( إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلتَّوَّ ٰ⁠بِینَ وَیُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِینَ…..)
[Surat Al-Baqarah 222]

“Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”

Saudaraku muslim…
Lalu bagaimana puasa dapat mensucikan jiwa?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
QS al Baqarah 183

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Tujuan berpuasa adalah “agar kalian bertakwa”, dan “taqwa” akan mencegah hal-hal yang mengotori jiwa. Mencegah jiwa kotor karena perbuatan maksiat.

Nabi bersabda:

“والصِّيَامُ جُنَّةٌ”
صحيح البخاري 1904
https://dorar.net/hadith/sharh/1594

Puasa adalah benteng”

Benteng jiwa dari kemaksiatan syahwat, yang “melemparkan jiwa” ke neraka.

Dengan puasa, jiwa akan bersih, “terampuni” dosa-dosanya, dan terbiasa beramal salih ikhlas karena Allah ta’ala.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ” رواه البخاري ومسلم،

https://dorar.net/h/d7312948808d57d17eaf205b77f39214

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, dengan keimanan dan mengharapkan pahala, dosanya yg lalu diampuni. “

Bersih dengan puasa Ramadhan, dosa diampuni Allah ta’ala.


“Semangat tinggi” di Ramadhan

6 Ramadhan 1442

Saudaraku…
Jiwa ini memerlukan motivasi untuk mencapai suatu hal yg tinggi…

Apa hal yg ingin kita capai di dunia ini, yg merupakan “puncak ketinggian”?

Kedudukan? Jabatan? Penghormatan? Kekayaan luar biasa?

Berikut Ini salah satu “motivasi nabi” agar mendapat ketinggian dan kemuliaan yg hakiki.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada salah seorang sahabat, “Mintalah yg kamu inginkan ? ” Dia menjawab: “…….. “

Sahabat Nabi, ربيعةُ بنُ كعبٍ الأَسْلميُّ (Robi’ah bin Ka’ab al aslami) yg ditanya :

“سَلْ”
“Mintalah! “
Yaitu mintalah hajatmu yg kamu butuhkan kepadaku!
HR Muslim 489
https://dorar.net/h/8bfbad7bbb0e53ece331e0db5e07d103

Para sahabat Nabi adalah manusia-manusia yg mengetahui “hakikat ketinggian dan kemuliaan”.
Mereka tidak menginginkan sesuatu yg “rendah” dan “hina”.

“أسأَلُك مرافقتَك في الجنَّةِ”
“Aku ingin menemanimu di Surga”.

“أوَ غيرَ ذلك؟!”

“Apakah ada selain itu? “
Yaitu: “Apakah ada hal lain dari perkara dunia dan akhirat yg kamu inginkan? “

هو ذاكَ!
“Itu saja yg aku inginkan. ” Tegas Robi’ah, (semoga keridhaan Allah menyertainya).

Lalu Nabi memberi semangat dan motivasi dg sabda beliau:

“فأَعِنِّي على نفسِكَ بكثرةِ السُّجودِ”

“Bantulah aku dengan melakukan pada dirimu, banyak sujud”.
Yaitu: “Bantulah aku untuk merealisasikan hal yg engkau inginkan itu, dengan banyak sujud, banyak shalat “lillah” (ikhlas untuk Allah). Shalat wajib dan sunah.

https://dorar.net/h/8bfbad7bbb0e53ece331e0db5e07d103

Saudaraku…
Puasa Ramadhan , Mengaji membaca al Quran, shalat wajib berjamaah di masjid, shalat tarawih, memberikan ifthor, dan amalan -amalan salih yg kita lakukan, adalah agar Allah ta’ala memasukkan kita ke surga…

Surga Nya kita berusaha “raih” dengan “banyak” sujud dan ruku…
Banyak beribadah…

Bersemangatlah mencari surga Nya…

قال عمرُ بن عبدالعزيز: “أيها الناس، إن لي نَفْسًا توَّاقةً، لا تُعطَى شيئًا إلا تاقت إلى ما هو أعلى منه، وإني لما أعطيت الخلافة تاقت نفسي إلى ما هو أعلى منها، وهي الجنة؛ فأعينوني عليها يرحمكم الله

Umar bin Abdulaziz berkata:
“Wahai manusia, sesungguhnya aku memiliki jiwa yg sangat ‘berhasrat, berobsesi tinggi’ , tidaklah jiwa itu diberi sesuatu melainkan ia akan menginginkan hal lain yg lebih tinggi. Dan saat aku diberi kekuasaan, aku dijadikan penguasa, maka jiwaku ingin yg lebih tinggi darinya, “yaitu surga”, maka bantulah aku mendapatkan surga, semoga Rahmat Allah menyertaimu!”

https://www.alukah.net/spotlight/0/104403/#ixzz6sLJJECFg

Saudaraku…
Jika ingin “jiwa ini” mencapai puncak derajat yg tinggi, maka jiwa kita harus memiliki “semangat yg kuat dan tinggi” untuk mencapainya.

Janganlah lemah…
Jangan berputus asa…
Dalam beribadah…
Mencari…
Keridhaan dan karunia Nya.


Semoga bermanfaat “faedah ini”.

Membaca dan Mengkhatamkan al Qur’an di Ramadhan

5 Ramadhan 1442

Saudaraku…
Bersemangatlah membaca, dan mempelajari al Quran, serta mengkhatamkannya setiap bulan.

Muharram, Safar, Rabiul awwal, Rabiul akhir

Jumadil awal, jumadil akhir, Rajab, Sya’ban

Ramadhan, Syawwal, Dzul Qa’dah, Dzulhijjah

Saudaraku…
Mengapa kita harus bersemangat membaca al Quran?

Al Quran adalah buku atau kitab yang paling benar…
Paling mulia…
Paling Indah….
Paling fasih…
Paling teratur hukumnya…
Kitab yang tidak bisa dirubah, diganti, ditambahin atau dikurangin, dirusak lafadnya…
Kitab yang terjaga, lafad dan maknanya…
Diturunkan oleh Tuhan, Allah ta’ala

﴿ وَإِنَّهُۥ لَكِتَـٰبٌ عَزِیزࣱ﴾ [فصلت ٤١]

“…dan sesungguhnya (Al-Qur`ān) itu adalah kitab yang mulia. “

﴿لَّا یَأۡتِیهِ ٱلۡبَـٰطِلُ مِنۢ بَیۡنِ یَدَیۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ تَنزِیلࣱ مِّنۡ حَكِیمٍ حَمِیدࣲ﴾ [فصلت ٤٢]

(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji.

Saudaraku…
Diantara keutamaan membaca al Quran, adalah turunnya “sakiinah” (ketenangan).

قَرَأَ رَجُلٌ الكَهْفَ وفي الدَّارِ الدَّابَّةُ، فَجَعَلَتْ تَنْفِرُ، فَسَلَّمَ، فَإِذَا ضَبَابَةٌ -أوْ سَحَابَةٌ- غَشِيَتْهُ، فَذَكَرَهُ للنَّبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، فَقَالَ: اقْرَأْ فُلَانُ؛ فإنَّهَا السَّكِينَةُ نَزَلَتْ لِلْقُرْآنِ. أوْ تَنَزَّلَتْ لِلْقُرْآنِ
.
الراوي : البراء بن عازب | المحدث : البخاري | المصدر : صحيح البخاري 3614
https://dorar.net/hadith/sharh/1764

“Seorang sahabat Nabi membaca surat al Kahfi, (Usaid bin Hudair radhiyallahu anhu), dan di rumahnya ada hewan kendaraan, lalu hewan itu bergerak-gerak, lalu dia berdoa memohon keselamaan, ternyata ada awan meliputinya, lalu dia ceritakan hal ini kepada nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Sepatutnya engkau lanjutkan membaca al Quran, karena itu sebab turunnya sakiinah untuk al Qur’an.”

Yaitu: “Pada awan itu terdapat malaikat, membawa sakiinah (ketenangan), dan mereka turun untuk mendengarkan al Quran.

Saudaraku…
Nabi shallallahu alaihi wasallam membaca dan mempelajari al Quran dari malaikat Jibril di setiap malam Ramadhan.

كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ أجْوَدَ النَّاسِ، وكانَ أجوَدُ ما يَكونُ في رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وكانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِن رَمَضَانَ، فيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، …
صحيح البخاري 3220
https://dorar.net/hadith/sharh/4743

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah manusia yg paling dermawan. Dan beliau sangat dermawan saat Ramadhan. Ketika Jibril menemui beliau. Dan setiap malam Ramadhan Jibril menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam membacakan dan mengajarkannya…. “

Mari bersemangat membaca al Quran dan mengkhatamkannya
setiap bulan.

5 Ramadhan 1442

Membaca dan Mengkhatamkan al Qur’an di Ramadhan

Saudaraku…
Bersemangatlah membaca, dan mempelajari al Quran, serta mengkhatamkannya setiap bulan.

Muharram, Safar, Rabiul awwal, Rabiul akhir

Jumadil awal, jumadil akhir, Rajab, Sya’ban

Ramadhan, Syawwal, Dzul Qa’dah, Dzulhijjah

Saudaraku…
Mengapa kita harus bersemangat membaca al Quran?

Al Quran adalah buku atau kitab yang paling benar…
Paling mulia…
Paling Indah….
Paling fasih…
Paling teratur hukumnya…
Kitab yang tidak bisa dirubah, diganti, ditambahin atau dikurangin, dirusak lafadnya…
Kitab yang terjaga, lafad dan maknanya…
Diturunkan oleh Tuhan, Allah ta’ala

﴿ وَإِنَّهُۥ لَكِتَـٰبٌ عَزِیزࣱ﴾ [فصلت ٤١]

“…dan sesungguhnya (Al-Qur`ān) itu adalah kitab yang mulia. “

﴿لَّا یَأۡتِیهِ ٱلۡبَـٰطِلُ مِنۢ بَیۡنِ یَدَیۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ تَنزِیلࣱ مِّنۡ حَكِیمٍ حَمِیدࣲ﴾ [فصلت ٤٢]

(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji.

Saudaraku…
Diantara keutamaan membaca al Quran, adalah turunnya “sakiinah” (ketenangan).

قَرَأَ رَجُلٌ الكَهْفَ وفي الدَّارِ الدَّابَّةُ، فَجَعَلَتْ تَنْفِرُ، فَسَلَّمَ، فَإِذَا ضَبَابَةٌ -أوْ سَحَابَةٌ- غَشِيَتْهُ، فَذَكَرَهُ للنَّبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، فَقَالَ: اقْرَأْ فُلَانُ؛ فإنَّهَا السَّكِينَةُ نَزَلَتْ لِلْقُرْآنِ. أوْ تَنَزَّلَتْ لِلْقُرْآنِ
.
الراوي : البراء بن عازب | المحدث : البخاري | المصدر : صحيح البخاري 3614
https://dorar.net/hadith/sharh/1764

“Seorang sahabat Nabi membaca surat al Kahfi, (Usaid bin Hudair radhiyallahu anhu), dan di rumahnya ada hewan kendaraan, lalu hewan itu bergerak-gerak, lalu dia berdoa memohon keselamaan, ternyata ada awan meliputinya, lalu dia ceritakan hal ini kepada nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Sepatutnya engkau lanjutkan membaca al Quran, karena itu sebab turunnya sakiinah untuk al Qur’an.”

Yaitu: “Pada awan itu terdapat malaikat, membawa sakiinah (ketenangan), dan mereka turun untuk mendengarkan al Quran.

Saudaraku…
Nabi shallallahu alaihi wasallam membaca dan mempelajari al Quran dari malaikat Jibril di setiap malam Ramadhan.

كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ أجْوَدَ النَّاسِ، وكانَ أجوَدُ ما يَكونُ في رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وكانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِن رَمَضَانَ، فيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، …
صحيح البخاري 3220
https://dorar.net/hadith/sharh/4743

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah manusia yg paling dermawan. Dan beliau sangat dermawan saat Ramadhan. Ketika Jibril menemui beliau. Dan setiap malam Ramadhan Jibril menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam membacakan dan mengajarkannya…. “

Mari bersemangat membaca al Quran dan mengkhatamkannya
setiap bulan.


Bulan Sabar

4 Ramadhan 1442

“Bulan Sabar”

Kita berada dalam “madrasah pendidikan” di bulan ini, berada dalam “istana megah tinggian” yang penuh keutamaan dan kebaikan, yaitu Ramadhan.

Bulan yang banyak “memberi inspirasi” ibrah dan pelajaran bermanfaat kepada hamba Allah.

Di antara bentuk kesabaran yang paling utama adalah “bersabar” di bulan Ramadhan. Dimana manusia bersabar untuk “mencari ridha Tuhan”, Allah ta’ala.

Bersabar tidak makan dan minum serta berbagai macam kelezatan, dengan tujuan “mengharap wajah Allah”, dan bukan amalan mencari popularitas, riya ingin dipuji manusia.

Saudaraku…
Diantara faedah puasa adalah menghilangkan rasa dengki, curang, marah, dan kemunafikan.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إنَّ ممَّا يُذهِبُ كثيرًا مِنْ وَحَرِ الصَّدْرِ صَوْمُ شَهْرِِ الصَّبْرِ وَصَوْمُ ثَلاَثَةِ أيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ

“Sesungguhnya di antara hal yang menghilangkan ‘wahari as sodr’ adalah puasa ‘bulan sabar’, dan puasa tiga hari setiap bulan. “

As shahih al Musnad 1469
https://dorar.net/hadith/sharh/145196

“Wahari as Sodr” : Sifat curang, dengki, marah, kemunafikan.

Saudaraku…
Di dalam dada-dada banyak manusia terdapat kedengkian, kecurangan, marah dan kemunafikan. Lalu apa yang akan menghilangkan “penyakit-penyakit” dada dan hati ini?

Berpuasa Ramadhan “untuk Tuhan”, dan berpuasa sunnah, tiga hari setiap bulan.


Mencari karunia dan ridha Nya dalam ruku dan sujud

3 Ramadhan 1442

“Mereka banyak ruku’ dan sujud, mencari surga dan ridha Nya”

Saudaraku…
Para sahabat Nabi adalah manusia yang banyak ruku dan sujud kepada Tuhan, Allah ta’ala. banyak beramal baik.

Yang mereka inginkan dengan amal-amal itu: “karunia Nya, surga Nya, dan keridhaan Nya”

Saudaraku…
Inilah niat-niat amal salih para sahabat Nabi, yg Allah beritahukan kepada kita, yaitu:

……تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا…

“. ….Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya…..”

Mari meniatkan diri, dalam ibadah ruku, sujud, puasa, bersedekah, dan setiap amalan salih :

“Mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya”

***


Halaqoh al Quran

2 Romadhon 1442

“HALAQOH AL QUR’AN”

Ada kedudukan tinggi pada halaqoh al Quran, apa saja?

1 , Berkumpul membaca “Kalam Allah”, mempelajarinya, adalah lebih afdhal dari zikir, dan zikir lebih afdhal dari doa. Maka “Halaqoh al Quran, adalah majelis zikir yang paling afdhal (utama) dan paling baik. Paling tinggi kedudukannya di sisi Allah. Halaqoh al Quran itulah yg disebut dengan “Riyadul Jannah” (Taman Surga), sebagaimana hadis Nabi :

قال النبي – صلى الله عليه وسلم -: ((إذا مررتم برياض الجنة فارتعوا))، قالوا: يا رسول الله وما رياض الجنة؟ قال: حلق الذكر

رواه الترمذي برقم (3432)، وأحمد في مسنده برقم (12065)، وصححه الألباني في السلسلة الصحيحة (6/63).

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian melalui ‘taman surga’ ambillah faedah darinya (ikutlah belajar di situ). “

  1. Halaqoh al Quran adalah tempat turunnya “sakiinah” (ketenangan), “datangnya” Rahmat, berkumpulnya malaikat, “sebab penyebutan Allah” terhadap anggota majelis halaqoh al Quran kepada para malaikat yg mempunyai kedudukan tinggi di sisiNya.

…وَما اجْتَمع قَوْمٌ في بَيْتٍ مِن بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عليهمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ المَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَن عِنْدَهُ… ( صحيح مسلم 2699)

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca kitabullah, mempelajari di antara mereka, melainkan “AKAN TURUN SAKIINAH” atas mereka, RAHMAT AKAN DATANG” meliputi mereka, “MALAIKAT BERKUMPUL” di atas mereka, “ALLAH MENYEBUT” mereka pada para malaikat di sisi Nya….

  1. Halaqoh al Quran adalah tempat bertemunya “orang-orang” terbaik. “خَيْرُكُمْ مَن تَعَلَّمَ القُرْآنَ وعَلَّمَهُ”
    صحيح البخاري 5027

“Sebaik-baik kalian adalah orang yg belajar al-Quran dan mengajarkannya.”

  1. Halaqoh al Quran tempat para “kekasih (orang yg dicintai) Allah”.

إنَّ للَّهِ أَهْلينَ منَ النَّاسِ, قالوا: يا رسولَ اللَّهِ ، من هُم ؟ قالَ: هم أَهْلُ القرآنِ ، أَهْلُ اللَّهِ وخاصَّتُهُ
صحيح ابن ماجه 179

“Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang yg dicintaiNya.” “Siapa mereka wahai Rasulullah? ” tanya para sahabat. “Mereka adalah ahli Quran, orang-orang yg dicintaiNya.” jawab Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Saudaraku, buatlah halaqoh al Quran di rumah-rumah Allah…
Ajarkan al Quran, cara membacanya, tajwidnya, cara mengucapkannya, maknanya, tafsirnya, menghafalkannya…
Belajarlah…
Ajarkanlah….

“Sebaik-baik kalian adalah orang yg belajar al-Quran dan mengajarkannya.”


Diringkas dari:

https://alimam.ws/ref/1786