Wahai Putraku Oleh: Ali thantawi

Wahai Putraku

Oleh: Ali thantawi

 

 

Mukadimah

 

Dengan nama Allah, dan segala puji senantiasa milikNya, dan shalawat serta salam tercurahkan kepada Rasulullah.

 

Aku menulis dan berkutbah semenjak 60 tahun yang lalu, dan tidak pernah ada makalah yang tersebar luas seperti dua makalah ini, yaitu Ya binti (wahai putriku), dan Ya ibni (wahai putraku). Terlebih lagi makalah wahai binti. Aku menulis makalah itu saat usiaku akan menginjak 50 tahun. Dan saat ini aku akan menginjak usia 80 tahun.

Aku memohon kepada Allah agar memberikan kesehatan yang berkelanjutan, dan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Dan agar Dia membalas kebaikan bagi pembaca yang mengangkat kedua tangannya dan berkata: “Amin”

Makalah “Ya binti (wahai putriku)” dicetak berulang kali sebanyak 46 kali sepanjang yang aku ketahui, dan mungkin lebih dari itu, tanpa sepengetahuanku.

Aku membolehkan bagi siapa saja untuk mencetak ulang dengan syarat dibagikan secara gratis.

 

Kita di zaman ini, diserang dari dua jalan.

Jalan Syubhat (pemikiran dan ajaran yang menyimpang), serta jalan Syahwat (hawa nafsu).

Yang pertama (yaitu jalan syubhat) adalah penyakit yang sangat bahaya dan sangat besar mudharatnya. Akan tetapi (penyakit ini) lambat menjalarnya. Karena tidak setiap orang yang dilemparkan kepadanya penyakit syubhat, menerimanya. Sebaliknya penyakit syahwat jika dibangkitkan di kalangan pemuda, dia akan menyambut dan menerimanya.

Penyakit syahwat adalah penyakit yang sangat cepat tersebar dan banyak menjangkiti. Sekalipun penyakit ini hanya membuat sakit dan tidak melenyapkan, mengganggu dan tidak mematikan.

Yang pertama (penyakit syubhat) dapat mengakibatkan kekafiran.

Adapun penyakit syahwat akan “mengantarkan” kepada kefasikan.

Dan aku telah menulis (setelah makalah Ya binti) bermacam-macam tulisan, demikian pula aku telah banyak berceramah, akan tetapi dengan karunia Allah, makalah ini memberikan pengaruh kepada pembaca, lelaki dan perempuan.

 

Aku memohon kepada Allah agar makalah ini bermanfaat (bagi muslimin) dan Aku memohon kepada Allah agar Dia memberi ganjaran padaku, kepada putraku dan saudara iparku Muhammad Nadir Hatahet[1] yang menyebarkan makalah ini saat ini.

Dan Aku tidak akan mengganti satu hurufpun (merubah) isi makalah “Ya binti (wahai putriku)” dan tidak pula makalah saudara ya binti, yaitu Ya ibni. Bagaimana aku dapat mengganti isinya? Makalah ini telah dibaca di timur dan barat. Dan telah dicetak di Syam (Syiria), Jordania, Mesir dan Irak. Dan sepengetahuan saya telah diterjemahkan ke bahasa yang paling luas penyebarannya dan penggunaannya, yaitu bahasa Inggris dan Urdu. Dengan demikian, jadilah kitab ini milik para pembaca, maka bagaimana Aku dapat merubah isinya?

Dan demikianlah apa yang aku katakan, dan aku memohon ampunan pada Allah yang Mahaagung.

 

Ali tontowi

Makkah al-Mukarramah

1 Rabiul Awwal 1406

[1] Meninggal di Jeddah KSA, hari ahad pagi 5 Rajab 1438 H. Beliau saudara ipar Syaikh Ali tontowi, dan juga suami dari putri syaikh Ali tontowi.

 

Download pdf wahai putraku 1

Iklan

Walimah Rasulullah

Walimah Rasulullah[1]

 

الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لَنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ، وَ أُصَلِّي وَأُسَلَّم عَلىَ خَيْرِ خَلْقِ االلهِ سَيِّدِ الأَنَامِ، مُحَمَّد وَعَلىَ آلِهِ، وَصَحاَبَتِهِ رِضْوَان اللهِ عَلَيْهِمْ، وَعَلَى التَّابِعِيْنَ مِنْ بَعْدِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

 

Nikah adalah salah satu tujuan dari tujuan syariat Islam untuk memakmurkan alam, menjaga kehormatan dan kemuliaan nasab keturunan. Oleh karena itu syariat Islam sangat perhatian dalam masalah pernikahan, dan memerintahkan adanya saksi dan mengumumkan pernikahan kepada khayalak ramai dengan berbagai sarana, sebagai pembeda dengan perzinaan.

Allah ta’ala menghalalkan pernikahan, dan mengharamkan perzinaan. Dan salah satu ciri dari perzinaan adalah bersembunyi dan tidak ingin diketahui orang. Adapun ciri dari pernikahan adalah “mengumumkan” pada khalayak ramai dan “memasyhurkan”. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أَعْلِنُوا هٰذَا النِّكاَحَ

“Umumkanlah pernikahan!”[2]

Dan walimah disamping sarana pengumuman pernikahan, juga merupakan “pemuliaan kepada wanita (pengantin wanita) dan keluarganya” dengan membuat makanan untuk keluarga, teman dan tetangga sebagai ungkapan kasih sayang dan kebahagiaan dalam permulaan kehidupan kedua mempelai. Sebagaimana walimah adalah ungkapan syukur kepada Allah atas nikmat nikah.

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam senantiasa mengadakan walimah dalam setiap pernikahan beliau. Namun tentunya acara walimah beliau sesuai dengan keadaan dan kemampuan.

Continue reading “Walimah Rasulullah”

Ibumu Cemburu

Cover adz 101

Ibumu cemburu,

Sebuah artikel tentang rumah tangga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang sederhana. Terjadi di rumah Nabi shallallahu alaihi wasallam suatu kejadian yang terjadi di semua rumah tangga. Yaitu permasalahan wanita dan kecemburuannya.. 

 

001

 

002 003 004

 

 

 

DEKAT ALLAH DENGAN BERDOA

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَمَّا بَعْدُ

 

Di antara keutamaan doa adalah “Allah dekat pada orang yang  berdoa[1]”, sebagaimana difirmankan-Nya :

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS al-Baqarah : 186)

 

Al-Imam ath-Thabari menafsirkan ayat ini :

“Jika hamba-hamba-Ku bertanya padamu wahai Muhammad tentang diriku, dimana Aku? Maka sesungguhnya Aku dekat dari mereka, Aku mendengar permohonan mereka, dan Aku memperkenankan doa yang dipanjatkan orang yang berdoa.”

 

Ayat semisal yang menyebutkan bahwa Allah adalah dekat permohonannya adalah firman-Nya :

Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku dekat lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS Hud : 61)

Continue reading “DEKAT ALLAH DENGAN BERDOA”