Walimah Rasulullah

Walimah Rasulullah[1]

 

الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لَنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ، وَ أُصَلِّي وَأُسَلَّم عَلىَ خَيْرِ خَلْقِ االلهِ سَيِّدِ الأَنَامِ، مُحَمَّد وَعَلىَ آلِهِ، وَصَحاَبَتِهِ رِضْوَان اللهِ عَلَيْهِمْ، وَعَلَى التَّابِعِيْنَ مِنْ بَعْدِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

 

Nikah adalah salah satu tujuan dari tujuan syariat Islam untuk memakmurkan alam, menjaga kehormatan dan kemuliaan nasab keturunan. Oleh karena itu syariat Islam sangat perhatian dalam masalah pernikahan, dan memerintahkan adanya saksi dan mengumumkan pernikahan kepada khayalak ramai dengan berbagai sarana, sebagai pembeda dengan perzinaan.

Allah ta’ala menghalalkan pernikahan, dan mengharamkan perzinaan. Dan salah satu ciri dari perzinaan adalah bersembunyi dan tidak ingin diketahui orang. Adapun ciri dari pernikahan adalah “mengumumkan” pada khalayak ramai dan “memasyhurkan”. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أَعْلِنُوا هٰذَا النِّكاَحَ

“Umumkanlah pernikahan!”[2]

Dan walimah disamping sarana pengumuman pernikahan, juga merupakan “pemuliaan kepada wanita (pengantin wanita) dan keluarganya” dengan membuat makanan untuk keluarga, teman dan tetangga sebagai ungkapan kasih sayang dan kebahagiaan dalam permulaan kehidupan kedua mempelai. Sebagaimana walimah adalah ungkapan syukur kepada Allah atas nikmat nikah.

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam senantiasa mengadakan walimah dalam setiap pernikahan beliau. Namun tentunya acara walimah beliau sesuai dengan keadaan dan kemampuan.

Continue reading “Walimah Rasulullah”

Ibumu Cemburu

Cover adz 101

Ibumu cemburu,

Sebuah artikel tentang rumah tangga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang sederhana. Terjadi di rumah Nabi shallallahu alaihi wasallam suatu kejadian yang terjadi di semua rumah tangga. Yaitu permasalahan wanita dan kecemburuannya.. 

 

001

 

002 003 004

 

 

 

DEKAT ALLAH DENGAN BERDOA

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَمَّا بَعْدُ

 

Di antara keutamaan doa adalah “Allah dekat pada orang yang  berdoa[1]”, sebagaimana difirmankan-Nya :

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS al-Baqarah : 186)

 

Al-Imam ath-Thabari menafsirkan ayat ini :

“Jika hamba-hamba-Ku bertanya padamu wahai Muhammad tentang diriku, dimana Aku? Maka sesungguhnya Aku dekat dari mereka, Aku mendengar permohonan mereka, dan Aku memperkenankan doa yang dipanjatkan orang yang berdoa.”

 

Ayat semisal yang menyebutkan bahwa Allah adalah dekat permohonannya adalah firman-Nya :

Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku dekat lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS Hud : 61)

Continue reading “DEKAT ALLAH DENGAN BERDOA”