Tak Seindah Terbayang

 

 

 

 

Tertawa senang disertai tangisan menyayat

Kepuasan terasa saat air mata mengalir deras

Serasa dunia hanya kebahagiaan

Setelah itu berat menanggung derita

 

                Maukah dirimu aku tunjukkan

                Kebahagiaan, ketentraman saat kehidupan dan kematian

                Mendekat kepada-Nya bertaubat mengingat dosa

                Kecintaan kepada-Nya yang tak tertandingi

 

Engkau pasti rusak wahai tampan

Engkau pasti tua wahai cantik

Sehingga tidak ada lagi kenikmatan padamu

Kecuali hati dan amal shalihmu

 

                Saat ini engkau menggodaku

                Untuk mendekapmu dan mengambilmu

                Suatu saat nanti itu tak ada lagi

                Sungguh tidak berakal jika mengutamakanmu

 

Rasa ingin menyendiri

Keheningan berzikir dan beribadah

Aku memohon ampunan dan maaf-Nya

Rahmat-Nya, rahmat-Nya, Engkau al-Ghoffar

 

                          Ya Muqallibal qulub tsabit qalbi ala diinik

                           Tetapkanlah aku pada agama-Mu

                          Jadikan akhir kalimatku Laa ilaaha illallah

                         Surga, amin ya Rabbal alamin, masukkanlah kami

 

 

11-9- 2015/27-11-1436 H

Pagi, Surabaya

Arif Abulhasanain

 

               

Aku Masih Mampu Bersyukur

 

 

Sepi menyertaiku…

Rasa semu dan memudar …

Semakin aku rasa …

Semakin memasuki kehidupan

 

Selalu tergoda kehidupan dunia…

Untuk menikmati “khayalan bayang-bayang”…

Menghitamkan hati yang telah putih …

Menjadi “rona-rona” titik di dalamnya …

 

Aku masih mampu bersyukur …

Mencari ridha mengharap rahmat …

Agar lebur kesalahan …

Sesungguhnya kebaikan menghapus kesalahan …

 

Dalam al-Fatihah …

Mengajari tuk bertahan dan istiqamah …

Mengucapkan lahir dan batin …

Alhamdulillah….dalam segala keadaanku

 

 

 

Sby malam, 19/11/14 M atau 26/01/1436 H

 

Abu al-Hasanain

Berpaling dari kematian

 

Melangkah maju kau menemuiku

Ku menghindar kau mencariku

Aku berani menantang kaupun demikian

Tak ada tempat lari darimu

Semua yang hidup akan kau cari

Semua yang ada akan kau nikmati

Termasuk diriku, akan kau rasakan

Setiap jiwa akan merasakan kematian

Aku terbatas menikmati dunia ini

Tak ada terbang lepas bebas

Bebas dan bebas tanpa batas itu tak mungkin

Karena hidup ini terbatas

oh..jiwa, sambutlah suatu hari

saat mereka menangisimu…

Adapun engkau tak mampu bicara lagi …

Terdindingi alam barzah

Saat itu, kesehatanmu tak bermanfaat

Begitupula kekayaan dan hartamu

Hanya iman dan amal shalih menyertaimu

Ya Allah Ampunilah diriku

Aku tak bisa berpaling dari kematian …….

Ditulis : Abu Hasan Arif

YANG TERBAIK DARI DUA ORANG YANG BERMUSUHAN

SEBAIK-BAIK DARI DUA ORANG YANG BERMUSUHAN

ADALAH YANG MEMULAI SALAM

Aku hilangkan kesedihanku …

Saat hatiku mengajak tuk melawannya ….

Memaafkan….dan meninju sikap egois ….

Hingga lapang rongga-rongga dada

Dengan sikap maaf dan pemaaf

Aku tidak menjunjung kedengkian ….

Sebagai falsafah kehidupan …..

Inilah yang membebaskan hatiku ….

Dari luka lara lantaran bermusuhan ….

Sungguh….bermusuhan adalah siksa

Assalamualaikum….

Aku ucapkan salam kepada musuhku….

Saat ku melihatnya …

karena…

Tolaklah kejahatan dengan kebaikan ….

Sikap yang baik dimiliki orang yang beruntung …

Aku nampakkan senyuman manis …

Kepada orang yang aku benci ….

Karena aku ingin mengisi hatiku …

Dengan cinta dan cinta….

Dan Aku ingin memiliki hati yang bersih …

Kehidupan kita di dunia lebih pendek …

Dari sekedar menuliskan kesalahan orang lain …

Jika kejahatan dibalas kejahatan ….

Kapan akan berakhirnya kejahatan?

Ya Allah…hilangkan kedengkian hatiku….

Surabaya, pagi 23-2-1435 H

Abu hasan Arif

Aku belum mati !!!

Aku belum mati !!
Teriakku dari lubang kubur kepada orang-orang yang hendak menguburkanku…
Kamu telah mati !! balas mereka….
“Aku belum mati!!”
Aku membalas ucapan mereka untuk menyadarkan orang-orang yang akan menguburku

Namun mereka tidak mempercayaiku…
Atau tidak mendengarku…
Seolah-olah ada dinding antara diriku dengan mereka…
Sekat antara orang yang telah mati
Dan orang-orang yang masih hidup…

Aku khawatir dengan amalanku yang tidak mencukupi
Untuk menghadap sang Pencipta…
Hingga ketakutan itu membangunkan aku dari tidurku….ahh aku bermimpi…
Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan bertaubat …
Dan beramal shalih…
Ahh…aku bermimpi…
Dan….
Aku belum mati!!

sby, 28 Muharram 1435
Abu Hasan Arif

Jazakumullah khairan katsiiraaaaaaa


Puji hanyalah milik Allah, semuanya…

Yang memberikan nikmat-nikmat-Nya kepada kita semua…

Shalawat dan salam tercurahkan atas Nabi kita Muhammad, senantiasa…

Dan keluarga serta para sahabatnya…

 

Rasa syukur senantiasa mengiringi kita…

Akan nikmat-Nya yang tak terhingga…

Menanti dan mempelajari ilmu dari ulama..

Datang ke negeri kita Indonesia…

 

Hati panas dan mendidih menahan kerinduannya…

Terasa akan pecah dan meluap karena kegembiraannya…

Menumpahkan “rasa syukur” dan “lezatnya iman” di dada…

Duduk dalam majelis ilmu “berusaha” menjadi insan takwa…

 

Air mata cita rasa “terdorong” mengalir di sudut mata…

Menetes “menyambut” kehadiran ilmunya….

Mengalir dan memusnahkan kebodohan jiwa…

Hingga lapang “rongga-rongga dada” mentauhidkan-Nya…

 

Trimakasih dan membalas kebaikan adalah ajaran “anbiya”….

Barangsiapa tidak bersyukur kepada Manusia….

Dia tidak bersyukur kepada-Nya….

Jazakumullah khairan katsiiraaaaaaa…….

 

Semoga Allah membalas kebaikan anda….

Wahai muhsinin dan muhsinat, manusia-manusia yang bermanfaat hartanya…

Berjihad bersama mendatangkan ulama dan menyebarkannya…

Kita berdoa memohon ke-ikhlasan, dan bertemu kelak di surga-Nya…..